Karir Cybersecurity Perlu Dikenalkan Sebelum Masuk Universitas
Kalau seseorang baru mengenal cybersecurity saat mulai mencari pekerjaan, ada beberapa tahun berharga yang sudah terlewat.

Tanya pelajar tentang pekerjaan di bidang teknologi dan kemungkinan kita akan mendengar programmer, software engineer atau data scientist. Cybersecurity sering kali masih terasa lebih samar. Kadang muncul jawaban “hacker”, biasanya lengkap dengan hoodie imajiner.
Persepsi tersebut berpengaruh karena Indonesia membutuhkan jauh lebih banyak anak muda yang melihat cybersecurity sebagai pilihan karier nyata sebelum mereka harus menentukan jalur pendidikan dan pekerjaan.
Komdigi mulai membawa edukasi cybersecurity lebih awal. Pada Mei lalu, Badan Pengembangan SDM Komdigi mengadakan pelatihan Basic Cyber Security untuk 124 pelajar SMKN 2 Depok, dengan materi yang diarahkan pada keamanan digital dan kesiapan menghadapi dunia kerja berbasis teknologi.
Arah serupa terlihat secara internasional. Program NICE dari NIST memperbarui agenda webinar September pada 2 September dengan fokus khusus pada persiapan pelajar menuju karier cybersecurity. Salah satu pembahasannya adalah bagaimana pendidikan K–12 dapat mulai mengenalkan kemampuan yang berhubungan dengan kebutuhan tenaga kerja saat ini, termasuk cloud security dan generative AI.
Pendidikan cybersecurity mulai bergerak lebih awal karena perkembangan pekerjaannya juga tidak menunggu.
Kenalkan Dulu, Spesialisasi Kemudian
Memulai lebih awal bukan berarti meminta siswa kelas 10 menjadi penetration tester sebelum ujian matematika berikutnya.
Target pertama adalah membuat mereka mengenal bidangnya.
Beberapa konsep dapat diperkenalkan sejak sekolah agar cybersecurity terasa lebih konkret:
- Cara jaringan dan identitas digital bekerja
- Mengapa sebuah sistem bisa memiliki vulnerability
- Bagaimana phishing dan social engineering memanipulasi pengguna
- Apa yang sebenarnya terjadi ketika insiden siber muncul
- Bagaimana defender menyelidiki aktivitas mencurigakan
- Mengapa cloud dan AI membawa pertanyaan keamanan yang berbeda
Setelah memahami masalah yang dikerjakan profesional cybersecurity, pilihan kariernya menjadi jauh lebih mudah dibayangkan.
Indonesia memiliki jalur yang cukup natural melalui pendidikan vokasi. Program Vocational Blended Learning Komdigi juga menguji kompetensi siswa SMK menggunakan standar berbasis SKKNI. Sepanjang Juni, 99 peserta dari enam SMK di Kabupaten Bekasi mengikuti sertifikasi kompetensi untuk beberapa bidang digital.
Dari Tahu Menjadi Bisa
Pengenalan tetap harus berlanjut menjadi praktik.
Seorang siswa bisa menghafal definisi phishing dalam waktu yang kurang lebih sama dengan menghabiskan segelas kopi. Mengenali phishing yang meyakinkan, mencari sumbernya lalu menentukan respons membutuhkan pembelajaran yang berbeda.
Karena itu, pengalaman praktis semakin relevan ketika kemampuan siswa berkembang. Lab, simulasi, kompetisi dan cyber range memberi kesempatan untuk mengubah konsep menjadi skill yang dapat dilihat dan diuji.
Pendekatan serupa terlihat dalam dukungan Komdigi terhadap Country-to-Country Capture the Flag di Bali pada Agustus lalu. Sebanyak 81 peserta dari 13 negara menguji kemampuan teknis melalui berbagai skenario keamanan siber.
Pipeline talenta akan lebih kuat ketika tahapannya saling terhubung: pengenalan sejak awal menumbuhkan minat, pembelajaran terstruktur membangun fondasi dan praktik realistis membentuk kemampuan.
Alur tersebut juga relevan dengan ITSEC Cyber & AI Academy. Pelatihan cybersecurity dan AI berbasis praktik dapat menjadi tahap berikutnya bagi pelajar maupun profesional yang ingin mengubah pengetahuan dasar menjadi kemampuan yang dapat digunakan di lingkungan kerja.
Pemerintah memperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar sembilan juta talenta digital pada 2030. Menunggu seseorang masuk dunia kerja sebelum mengenalkannya pada cybersecurity hanya membuat tantangannya lebih berat.
Kadang pelajaran cybersecurity pertama memang sebaiknya terjadi ketika kelas masih ditutup dengan bunyi bel sekolah.
Pelajari program cybersecurity dan AI berbasis praktik di ITSEC Cyber & AI Academy.
Referensi: Komdigi: Pelatihan Basic Cyber Security untuk Pelajar SMK, 21 Mei 2026 · NIST NICE: Preparing Today’s Students for Tomorrow’s Cyber Careers, diperbarui 2 September 2026 · BPT Komdigi: Sertifikasi Vocational Blended Learning, 3 Juli 2026 · Komdigi: C2C-CTF 2026
.png)


