Logo
Monitor Illustration
Blog

News, Article, and Solution in Cybersecurity Realms.

Mengapa Inventaris Aset Adalah Fondasi Pertahanan Siber yang Kuat
Teknologi

Mengapa Inventaris Aset Adalah Fondasi Pertahanan Siber yang Kuat

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Jan 09, 2026 4 minutes read

PENDAHULUAN Banyak serangan siber berhasil bukan karena alat keamanannya gagal, tapi karena perusahaan tidak benar-benar tahu apa yang sedang mereka lindungi. Menurut World Economic Forum, risiko siber terus meningkat seiring makin rumitnya dunia digital kita, apalagi dengan maraknya penggunaan cloud dan kerja jarak jauh (remote work). Sistem, aplikasi, dan perangkat baru bertambah lebih cepat daripada kemampuan tim keamanan untuk mencatatnya. Lama-lama, ada aset yang terlupakan, tidak terkelola, atau dibiarkan tanpa pengamanan yang benar. Aset-aset "gaib" inilah yang sering jadi pintu masuk paling empuk bagi penyerang. Catatan: Jika Anda ingin penjelasan lebih dasar, coba cek artikel kami sebelumnya: Why You Need To Take Asset Inventory Seriously [https://itsec.asia/blog/why-you-need-to-take-asset-inventory-seriously?utm_source=chatgpt.com]. Di sana dijelaskan konsep dasarnya dengan bahasa yang lebih sederhana. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengapa inventarisasi aset adalah kemampuan dasar yang wajib dimiliki untuk pertahanan siber modern. APA ITU INVENTARISASI ASET KEAMANAN SIBER? Singkatnya, ini adalah proses mendata dan menjaga visibilitas (pemantauan) atas semua aset digital di dalam organisasi Anda. Ini mencakup: * Endpoints: Seperti laptop, server, dan perangkat seluler (HP/tablet). * Infrastruktur Jaringan: Router, switch,

Professor IllustrationAndroid IllustrationMonitors Illustration

Recent Highlights

7 Kriteria Utama Managed Security Services Providers Berkualitas yang Wajib Diketahui Perusahaan
Cybersecurity

7 Kriteria Utama Managed Security Services Providers Berkualitas yang Wajib Diketahui Perusahaan

Ajeng HadeAjeng Hade
|
Apr 30, 2026 6 minutes read

PENDAHULUAN Ancaman siber tidak lagi menunggu perusahaan lengah. Serangan terjadi setiap saat, lintas sektor, dan semakin sulit dideteksi tanpa sistem pemantauan yang terintegrasi. Menurut Gartner, 90% anggota dewan direksi non-eksekutif tidak memiliki keyakinan atas nilai yang diperoleh organisasi mereka dari investasi keamanan siber, sebuah kesenjangan yang semakin melebar antara harapan kepemimpinan dan kapasitas tim internal.  Di sinilah Managed Security Services (MSS) berperan. Namun tidak semua penyedia layanan memberikan perlindungan yang setara. Banyak perusahaan baru menyadari kelemahan vendor mereka justru ketika insiden sudah terjadi. Artikel ini membahas tujuh kriteria yang harus menjadi acuan evaluasi sebelum Anda menandatangani kontrak dengan penyedia Managed Security Services. Sumber: gartner.com [http://gartner.com], issglobal.com [https://issglobal.com/perspectives/what-are-managed-security-services/] MENGAPA PEMILIHAN MSS YANG TEPAT SANGAT KRITIS? Sepanjang 2024 hingga 2025, perusahaan di sektor kesehatan, otomotif, keuangan, pertahanan, dan teknologi mengalami pelanggaran besar yang menelan kerugian miliaran dolar, mengekspos jutaan data, dan melumpuhkan operasional selama berbulan-bulan.  [https://www.manageengine.com/products/desktop-central/blog/the-security-gaps-that-caused-2025s-biggest-breaches.html] Pola yang ditemukan cukup mengejutkan: insiden-insiden ini bukan serangan canggih yang tak bisa dicegah, melainkan mengeksploitasi kelemahan yang sebenarnya bisa dihindari seperti kerentanan yang tidak ditambal, miskonfigurasi, kredensial yang dicuri, kontrol identitas yang lemah,

Cara Melindungi Data Pribadi Anda: Panduan Praktis untuk Individu dan Organisasi
Cybersecurity

Cara Melindungi Data Pribadi Anda: Panduan Praktis untuk Individu dan Organisasi

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Apr 27, 2026 7 minutes read

Data pribadi Anda lebih berharga dari yang Anda kira, dan para penjahat siber mengetahuinya. Mulai dari alamat email dan nomor telepon hingga kredensial perbankan dan rekam medis, setiap informasi yang Anda bagikan secara online dapat dicuri, dijual, atau digunakan untuk merugikan Anda. Namun inilah kenyataan yang tidak nyaman: kebanyakan orang meremehkan seberapa rentan diri mereka, dan kebanyakan organisasi masih memperlakukan perlindungan data sebagai hal yang tidak prioritas. Panduan ini menjelaskan secara tepat bagaimana data pribadi dapat bocor, seperti apa dampaknya di dunia nyata, dan yang paling penting, apa yang dapat Anda lakukan sekarang juga. Menurut IBM Cost of a Data Breach Report 2025, rata-rata biaya global akibat kebocoran data mencapai USD 4,4 juta. Di balik setiap statistik terdapat orang nyata yang identitasnya dicuri, rekening banknya dikuras, atau catatan pribadinya terekspos kepada orang asing. MENGAPA PERLINDUNGAN DATA PRIBADI ADALAH DARURAT GLOBAL Kita sedang hidup di tengah epidemi kebocoran data. Setiap minggu, berita tentang perusahaan, lembaga pemerintah, atau institusi yang data penggunanya terekspos terus bermunculan. Ini bukan insiden yang terisolasi, melainkan gejala kegagalan sistemik

Cara Kerja Application Security dalam Menjaga Keamanan Sistem dan Data Bisnis
Cybersecurity

Cara Kerja Application Security dalam Menjaga Keamanan Sistem dan Data Bisnis

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Apr 17, 2026 6 minutes read

PENDAHULUAN Saat ini, aplikasi berada di pusat operasional bisnis digital. Mulai dari mobile banking dan platform e-commerce hingga sistem internal perusahaan, organisasi sangat bergantung pada aplikasi untuk melayani pelanggan dan mengelola data. Namun, seiring aplikasi menjadi semakin kompleks dan saling terhubung, aplikasi juga menjadi salah satu target paling umum bagi serangan siber. Faktanya, aplikasi web bertanggung jawab atas sebagian besar insiden kebocoran data di seluruh dunia. Laporan Verizon 2024 Data Breach Investigations Report menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber sering mengeksploitasi aplikasi web sebagai jalur utama serangan. Ancaman yang terus meningkat ini menimbulkan pertanyaan penting:Apakah aplikasi Anda benar-benar aman dari ancaman siber modern? Salah satu cara paling efektif untuk melindungi aplikasi adalah melalui application security, yaitu pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan sebelum penyerang dapat mengeksploitasinya. Sumber: verizon.com [https://www.verizon.com/business/resources/reports/dbir/],  CONTOH NYATA: KETIKA API YANG TIDAK AMAN MEMBOCORKAN DATA JUTAAN PENGGUNA Pada Januari 2024, seorang peretas menemukan celah keamanan di sistem Trello, tepatnya pada bagian aplikasi yang disebut REST API. API ini memiliki "pintu" yang tidak sengaja dibiarkan terbuka, artinya siapa pun bisa mengaksesnya tanpa perlu login

Editor's Choice

Understanding the Diverse Sources and Platforms of Threat Intelligence

Juli 21, 2023

Jenkins + Gitlab + Sonarqube + Maven Integration: DevOps Configuration

Juli 11, 2023

Automated Suricata-to-ATT&CK Mapper using Machine Learning

Juli 21, 2023

Setup Basic Hacking Lab Infrastructure

Juli 21, 2023

Binary Analysis With RetDec and SYNOPSYS Code-DX

Juli 21, 2023

Streamlining Suricata / Snort Signature Development with Dalton

Juli 21, 2023
No article found

Receive weekly
updates on new posts

Subscribe