
News, Article, and Solution in Cybersecurity Realms.

Mengapa Inventaris Aset Adalah Fondasi Pertahanan Siber yang Kuat
PENDAHULUAN Banyak serangan siber berhasil bukan karena alat keamanannya gagal, tapi karena perusahaan tidak benar-benar tahu apa yang sedang mereka lindungi. Menurut World Economic Forum, risiko siber terus meningkat seiring makin rumitnya dunia digital kita, apalagi dengan maraknya penggunaan cloud dan kerja jarak jauh (remote work). Sistem, aplikasi, dan perangkat baru bertambah lebih cepat daripada kemampuan tim keamanan untuk mencatatnya. Lama-lama, ada aset yang terlupakan, tidak terkelola, atau dibiarkan tanpa pengamanan yang benar. Aset-aset "gaib" inilah yang sering jadi pintu masuk paling empuk bagi penyerang. Catatan: Jika Anda ingin penjelasan lebih dasar, coba cek artikel kami sebelumnya: Why You Need To Take Asset Inventory Seriously [https://itsec.asia/blog/why-you-need-to-take-asset-inventory-seriously?utm_source=chatgpt.com]. Di sana dijelaskan konsep dasarnya dengan bahasa yang lebih sederhana. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengapa inventarisasi aset adalah kemampuan dasar yang wajib dimiliki untuk pertahanan siber modern. APA ITU INVENTARISASI ASET KEAMANAN SIBER? Singkatnya, ini adalah proses mendata dan menjaga visibilitas (pemantauan) atas semua aset digital di dalam organisasi Anda. Ini mencakup: * Endpoints: Seperti laptop, server, dan perangkat seluler (HP/tablet). * Infrastruktur Jaringan: Router, switch,



Recent Highlights

Cybersecurity Roadmap: Mengapa Penting dalam Mengelola Risiko Enterprise Saat Ini
PENDAHULUAN Banyak organisasi telah berinvestasi besar pada berbagai tools keamanan, namun tetap kesulitan menjelaskan postur keamanan mereka secara menyeluruh. Hal ini sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya teknologi, melainkan karena tidak adanya arah yang jelas. Seiring semakin kompleksnya lingkungan digital, keputusan keamanan kini tersebar di berbagai area mulai dari cloud platform, endpoint jarak jauh, integrasi pihak ketiga, hingga sistem berbasis AI. Berdasarkan temuan yang disoroti oleh World Economic Forum [https://www.weforum.org/], risiko siber saat ini bukan lagi soal satu celah keamanan, melainkan akumulasi dari upaya keamanan yang terfragmentasi di lingkungan yang saling terhubung. Tanpa perencanaan yang jelas, inisiatif keamanan cenderung bersifat reaktif. Kontrol keamanan ditambahkan sebagai respons terhadap insiden, audit, atau rekomendasi vendor, bukan sebagai bagian dari strategi yang terkoordinasi. Di sinilah Cybersecurity Roadmap menjadi sangat krusial. Roadmap menyediakan kerangka terstruktur untuk menetapkan prioritas, menyusun tahapan peningkatan keamanan, serta menyelaraskan keamanan dengan risiko bisnis. Panduan industri seperti NIST Cybersecurity Framework (CSF) [https://www.nist.gov/cyberframework] menekankan bahwa pendekatan ini membantu organisasi beralih dari tindakan keamanan yang terisolasi menuju postur pertahanan yang terpadu dan resilien. APA ITU CYBERSECURITY ROADMAP? Cybersecurity Roadmap adalah
ITSEC Asia (IDX: CYBR) dan ADIGSI Luncurkan Gerakan Nasional Ketahanan Siber
Jakarta, 14 Desember 2026 – PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR), perusahaan keamanan siber terkemuka di Indonesia, menggandeng ADIGSI (Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia) meluncurkan Gerakan Nasional Ketahanan Siber. Inisiatif ini merupakan program nasional yang bertujuan memperkuat ketahanan siber Indonesia melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM), kepemimpinan, dan kolaborasi ekosistem, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Road to ITSEC Cybersecurity & AI Summit 2026. Program ini akan dilaksanakan melalui peluncuran nasional dalam dua fase selama enam bulan pada tahun 2026, dengan menargetkan lebih dari 1.000 peserta di seluruh Indonesia. Peserta mencakup perwakilan pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta, mulai dari praktisi tingkat operasional hingga jajaran kepemimpinan senior. Ketahanan siber saat ini tidak lagi hanya menjadi tantangan teknologi, tetapi telah menjadi tanggung jawab kepemimpinan dan tata kelola. Melalui program ini, ITSEC membangun jalur nasional yang terstruktur untuk menghubungkan kesiapan operasional sehari-hari dengan pengambilan keputusan di tingkat eksekutif, sehingga keamanan siber tertanam sebagai bagian integral dari kepemimpinan organisasi. Penguatan ketahanan siber nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat serta komitmen kepemimpinan yang nyata.

Mengapa Cybersecurity Awareness Penting bagi Organisasi Modern
PENDAHULUAN Seiring organisasi terus mengadopsi layanan cloud, model kerja jarak jauh, dan teknologi berbasis AI, risiko siber tidak lagi terbatas pada kerentanan teknis semata. Penyerang kini semakin berfokus pada manusia memanfaatkan perilaku, kepercayaan, dan alur kerja sehari-hari untuk mendapatkan akses tidak sah ke sistem dan data. Serangan phishing, social engineering, dan teknik impersonasi semakin canggih, bahkan mampu melewati kontrol keamanan yang sudah maju. Dalam lanskap ancaman yang terus berkembang ini, cybersecurity awareness menjadi faktor krusial dalam menentukan seberapa efektif organisasi dapat mencegah, mendeteksi, dan merespons insiden siber. Artikel ini membahas mengapa cybersecurity awareness penting, tantangan yang dihadapi organisasi dalam membangunnya, serta bagaimana awareness mendukung keamanan siber yang lebih kuat. APA ITU CYBERSECURITY AWARENESS? Cybersecurity awareness merujuk pada kemampuan individu dalam sebuah organisasi untuk mengenali risiko siber dan bertindak secara aman saat berinteraksi dengan sistem digital, data, dan teknologi. Pada konteks enterprise, cybersecurity awareness tidak hanya menjadi tanggung jawab tim IT atau keamanan. Awareness berlaku bagi seluruh karyawan, mitra, dan pemangku kepentingan yang memiliki akses ke sumber daya organisasi atau menangani informasi sensitif. Cybersecurity awareness umumnya mencakup: ● Mengenali
.png)