Logo
Monitor Illustration
Blog

News, Article, and Solution in Cybersecurity Realms.

Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber yang Terus Berubah
Cybersecurity

Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber yang Terus Berubah

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Jan 09, 2026 5 minutes read

Tidak sedikit orang yang rutin melakukan medical check-up setiap tahun untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap baik. Namun, tidak ada yang benar-benar berasumsi bahwa hasil pemeriksaan tersebut menjamin semuanya akan baik-baik saja selama setahun penuh. Kondisi tubuh bisa berubah. Pola hidup berubah. Risiko penyakit baru dapat muncul sewaktu-waktu. Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya soal melakukan pemeriksaan tahunan, tetapi juga soal pemantauan dan kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Prinsip yang sama berlaku dalam dunia keamanan siber. Selama bertahun-tahun, penetration test tahunan telah menjadi praktik yang umum dilakukan perusahaan. Organisasi menjadwalkan assessment, menerima laporan, melakukan perbaikan, lalu mengulang proses yang sama pada tahun berikutnya. Pada masanya, pendekatan ini cukup memadai karena lingkungan teknologi belum berubah secepat sekarang. Namun situasinya berbeda saat ini. Cloud semakin banyak digunakan. API menjadi fondasi berbagai layanan digital. Tim pengembang merilis fitur baru secara berkala, sementara integrasi dengan pihak ketiga semakin kompleks. Dalam kondisi seperti ini, permukaan serangan sebuah organisasi juga berubah secara terus-menerus. Sebuah sistem yang dinyatakan aman enam bulan lalu bisa saja memiliki profil risiko yang sangat berbeda hari ini. Hal tersebut

Professor IllustrationAndroid IllustrationMonitors Illustration

Recent Highlights

ITSEC Asia Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Masyarakat Terdampak Gempa di Nagekeo
News

ITSEC Asia Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Masyarakat Terdampak Gempa di Nagekeo

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Sep 04, 2026 2 minutes read

ITSEC Asia menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada 15 Agustus 2026, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores. BNPB mencatat aktivitas gempa susulan yang sangat tinggi setelah gempa utama tersebut. Hingga 19 Agustus pukul 14.00 WIB, tercatat 3.002 gempa susulan dengan kekuatan antara magnitudo 1,1 hingga 6,2. Sebaran episenter terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat dan berkaitan dengan zona tektonik Flores Back-arc Thrust. BNPB juga melaporkan adanya kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas publik di wilayah terdampak. Di tengah proses pemulihan tersebut, ITSEC Asia turut memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Nagekeo. Bantuan diserahkan secara simbolis pada 4 September 2026 oleh Julius C. Rusli, Direktur ITSEC Asia, kepada perwakilan HIMAPEN Jabodetabek, organisasi yang menghimpun mahasiswa dan pelajar asal Nagekeo di wilayah Jabodetabek. Melalui kedekatan mereka dengan masyarakat dan jaringan di daerah asal, HIMAPEN Jabodetabek akan membantu proses penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak di Nagekeo. “Melalui inisiatif ini,

Dalam Pelatihan Cybersecurity, Gagal Bisa Jadi Bagian dari Belajar
Cybersecurity

Dalam Pelatihan Cybersecurity, Gagal Bisa Jadi Bagian dari Belajar

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Sep 04, 2026 3 minutes read

Latihan cybersecurity yang semuanya berjalan sesuai rencana memang menenangkan. Mungkin justru terlalu menenangkan. Insiden sebenarnya jarang datang dengan petunjuk yang rapi. Alert yang terlihat sepele bisa berubah menjadi masalah serius. Informasi yang tersedia belum tentu lengkap. Seorang analis bisa mengikuti satu asumsi selama 20 menit sebelum sadar bahwa sejak awal ia melihat ke arah yang salah. Bagian yang berantakan seperti inilah yang perlu lebih sering muncul dalam pelatihan. NIST melalui National Initiative for Cybersecurity Education (NICE) mengangkat pendekatan tersebut dalam pembahasan terbaru mengenai kesiapan talenta siber. Salah satu fokusnya adalah realism-based training, termasuk bagaimana kegagalan dalam lingkungan yang terkontrol dapat digunakan sebagai data untuk melihat kesiapan seseorang. Nilai ujian bisa menunjukkan apakah seseorang menemukan jawaban. Proses menuju jawaban tersebut sering kali memberi informasi yang jauh lebih menarik. JAWABAN YANG SALAH BISA MENUNJUKKAN SKILL YANG KURANG Bayangkan dua analis SOC sedang menyelidiki aktivitas mencurigakan. Keduanya akhirnya menemukan sumber masalah. Analis pertama sampai ke sana melalui investigasi yang sistematis. Analis kedua mencoba lima teori, melewatkan satu petunjuk dan akhirnya menemukan jawabannya karena sedikit keberuntungan. Di atas kertas,

Standar Talenta Cybersecurity Pemula Mulai Berubah
Cybersecurity

Standar Talenta Cybersecurity Pemula Mulai Berubah

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Sep 03, 2026 3 minutes read

Dulu, jalur awal karier cybersecurity cukup mudah ditebak. Pelajari jaringan. Pahami access control. Kenali security operations. Setelah punya pengalaman, barulah masuk ke teknologi yang lebih baru dan rumit. AI mulai mengacak urutan itu. Pada 1 September 2026, ISC2 mulai menggunakan pembaruan materi untuk sertifikasi entry-level Certified in Cybersecurity, perubahan besar pertama sejak sertifikasi tersebut diluncurkan pada 2022. Konsep dasar AI kini masuk ke dalam materi, termasuk mengenali aset AI, ancaman otomatis dan tata kelola teknologi baru yang aman. Panduan AI terbaru mereka juga menunjukkan arah yang sama. Profesional cybersecurity semakin perlu memahami AI governance, keamanan model, integritas data, prompt engineering, manajemen risiko AI dan keamanan sistem yang menggunakan AI. Daftarnya lumayan panjang untuk topik yang belum lama ini masih dianggap spesialis. KEAMANAN AI MULAI TURUN KE LEVEL PEMULA Alasannya cukup praktis. Sistem berbasis AI mulai masuk ke operasional perusahaan sehari-hari. Di sisi lain, AI juga dapat digunakan untuk phishing, rekayasa sosial dan serangan yang semakin otomatis. Indonesia sudah menghadapi perubahan tersebut. Pada 20 Agustus, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan bahwa AI telah mengubah

Editor's Choice

Understanding the Diverse Sources and Platforms of Threat Intelligence

Juli 21, 2023

Jenkins + Gitlab + Sonarqube + Maven Integration: DevOps Configuration

Juli 11, 2023

Automated Suricata-to-ATT&CK Mapper using Machine Learning

Juli 21, 2023

Setup Basic Hacking Lab Infrastructure

Juli 21, 2023

Binary Analysis With RetDec and SYNOPSYS Code-DX

Juli 21, 2023

Streamlining Suricata / Snort Signature Development with Dalton

Juli 21, 2023
No article found

Receive weekly
updates on new posts

Subscribe