Logo
Monitor Illustration
Blog

News, Article, and Solution in Cybersecurity Realms.

Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber yang Terus Berubah
Cybersecurity

Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber yang Terus Berubah

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Jan 09, 2026 — 5 minutes read

Tidak sedikit orang yang rutin melakukan medical check-up setiap tahun untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap baik. Namun, tidak ada yang benar-benar berasumsi bahwa hasil pemeriksaan tersebut menjamin semuanya akan baik-baik saja selama setahun penuh. Kondisi tubuh bisa berubah. Pola hidup berubah. Risiko penyakit baru dapat muncul sewaktu-waktu. Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya soal melakukan pemeriksaan tahunan, tetapi juga soal pemantauan dan kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Prinsip yang sama berlaku dalam dunia keamanan siber. Selama bertahun-tahun, penetration test tahunan telah menjadi praktik yang umum dilakukan perusahaan. Organisasi menjadwalkan assessment, menerima laporan, melakukan perbaikan, lalu mengulang proses yang sama pada tahun berikutnya. Pada masanya, pendekatan ini cukup memadai karena lingkungan teknologi belum berubah secepat sekarang. Namun situasinya berbeda saat ini. Cloud semakin banyak digunakan. API menjadi fondasi berbagai layanan digital. Tim pengembang merilis fitur baru secara berkala, sementara integrasi dengan pihak ketiga semakin kompleks. Dalam kondisi seperti ini, permukaan serangan sebuah organisasi juga berubah secara terus-menerus. Sebuah sistem yang dinyatakan aman enam bulan lalu bisa saja memiliki profil risiko yang sangat berbeda hari ini. Hal tersebut

Professor IllustrationAndroid IllustrationMonitors Illustration

Recent Highlights

Ketika Sistem Pemesanan Tiket Diretas, Celahnya Bisa Berada di Pihak Ketiga
Cybersecurity

Ketika Sistem Pemesanan Tiket Diretas, Celahnya Bisa Berada di Pihak Ketiga

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Nov 04, 2026 — 4 minutes read

Proses pemesanan tiket pesawat melibatkan banyak sistem yang tidak terlihat oleh penumpang. Di balik email konfirmasi tiket, terdapat platform reservasi, sistem layanan penumpang dan berbagai integrasi yang membantu maskapai mengelola pemesanan, tiket serta proses check-in. Infrastruktur yang saling terhubung ini menjadi perhatian setelah muncul insiden keamanan siber yang melibatkan Amadeus, penyedia teknologi perjalanan global. Pada 4 November 2026, Reuters melaporkan bahwa Singapore Airlines menyebut sekitar 46.000 catatan pemesanan berpotensi terdampak akses tidak sah terhadap data di platform Amadeus. Informasi yang diakses dilaporkan mencakup nama pelanggan, nomor referensi pemesanan, rencana perjalanan dan kelas penerbangan. Pada sekitar 620 catatan, informasi tambahan seperti alamat email, nomor telepon, dokumen perjalanan dan nomor keanggotaan KrisFlyer juga berpotensi terekspos. [1][2] Singapore Airlines menyatakan bahwa sistem IT internalnya tidak diretas. Maskapai tersebut juga menyampaikan bahwa tidak ada pemesanan yang diubah dan informasi rekening bank maupun kartu kredit tidak terekspos. Sebelumnya, sejumlah maskapai lain juga melaporkan potensi dampak dari insiden yang melibatkan penyedia teknologi yang sama. Japan Airlines menyebut sekitar 92.000 pelanggan berpotensi terdampak, sementara Cathay Pacific melaporkan sekitar 53.000 pemesanan. ANA

Ketika Hacker Mengubah Freezer Menjadi Oven: Ancaman Siber terhadap Sistem Operasional
Cybersecurity

Ketika Hacker Mengubah Freezer Menjadi Oven: Ancaman Siber terhadap Sistem Operasional

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Nov 03, 2026 — 4 minutes read

Freezer supermarket punya satu tugas sederhana: menjaga makanan tetap beku. Namun, sejumlah supermarket di Eropa justru menghadapi situasi sebaliknya setelah sistem pendingin mereka diduga dimanipulasi melalui serangan siber. Pada 2 November 2026, sejumlah jaringan ritel di Belgia, Luksemburg, Swedia dan Irlandia melaporkan gangguan pada sistem pendingin dan freezer. Insiden serupa juga diberitakan di Estonia dan beberapa negara lain. Dalam sejumlah kasus, suhu dilaporkan meningkat hingga 50°C. Akibatnya, toko harus membuang produk makanan yang tidak lagi memenuhi standar penyimpanan. [1][2] Peristiwa tersebut mengingatkan pada serangan di Prancis pada 11–12 Oktober 2026, ketika sistem pendingin di ratusan lokasi supermarket dilaporkan mengalami manipulasi. Jumlah toko yang terdampak secara langsung berbeda-beda menurut laporan media. Hingga kini, belum ada konfirmasi bahwa seluruh insiden tersebut merupakan bagian dari satu rangkaian serangan atau berasal dari pelaku yang sama. [3] Kasus ini menunjukkan bahwa dampak serangan siber bisa terasa langsung pada aktivitas operasional sehari-hari. MENGAPA SISTEM PENDINGIN BISA MENJADI TARGET? Sistem pendingin modern termasuk dalam kategori Operational Technology (OT), yaitu teknologi yang memantau dan mengendalikan peralatan serta proses fisik. Berbeda dengan sistem

Aplikasi Pihak Ketiga yang Anda Setujui Bisa Memiliki Akses Lebih Luas dari Dugaan
Cybersecurity

Aplikasi Pihak Ketiga yang Anda Setujui Bisa Memiliki Akses Lebih Luas dari Dugaan

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Nov 03, 2026 — 4 minutes read

Sebuah aplikasi dari penyedia layanan eksternal dihubungkan ke sistem internal karena perlu bertukar data. Administrator menyetujui permintaan aksesnya, integrasi berjalan dan pekerjaan selesai. Beberapa bulan kemudian, aplikasi tersebut mungkin masih memiliki izin untuk membaca data sensitif atau menjalankan fungsi administratif yang sebenarnya tidak lagi dibutuhkan. Akses seperti ini sering luput dari pemeriksaan rutin. Aplikasi pihak ketiga tidak selalu membutuhkan karyawan untuk login secara interaktif setiap kali mengakses layanan cloud. Application identity dapat menggunakan izin yang sudah diberikan untuk bekerja di latar belakang. Karena itu, pemeriksaan akun pengguna saja belum tentu menunjukkan seluruh akses yang dimiliki organisasi. Australian Signals Directorate's Australian Cyber Security Centre (ASD's ACSC) menerbitkan peringatan yang terakhir ditinjau pada 26 Oktober 2026 mengenai kampanye serangan yang melibatkan penyalahgunaan identitas aplikasi pihak ketiga. Identitas tersebut digunakan untuk mengakses lingkungan cloud pelanggan melalui izin yang sebelumnya telah diberikan. Aktivitas yang dilaporkan mencakup upaya mempertahankan akses dan mengubah hak istimewa. ACSC juga menjelaskan bahwa AI dapat meningkatkan kecepatan dan skala operasi semacam ini. Kelemahan dasarnya sebenarnya sudah dikenal: akses yang dipercaya dapat disalahgunakan jika

Editor's Choice

Whitepapers

Oktober 5, 2026
No article found

Receive weekly
updates on new posts

Subscribe