Dalam Pelatihan Cybersecurity, Gagal Bisa Jadi Bagian dari Belajar
Semua jawaban benar saat latihan tentu menyenangkan. Tapi salah mengambil keputusan saat simulasi terkadang justru memberi pelajaran yang lebih berguna sebelum insiden sebenarnya datang.

Latihan cybersecurity yang semuanya berjalan sesuai rencana memang menenangkan. Mungkin justru terlalu menenangkan.
Insiden sebenarnya jarang datang dengan petunjuk yang rapi. Alert yang terlihat sepele bisa berubah menjadi masalah serius. Informasi yang tersedia belum tentu lengkap. Seorang analis bisa mengikuti satu asumsi selama 20 menit sebelum sadar bahwa sejak awal ia melihat ke arah yang salah.
Bagian yang berantakan seperti inilah yang perlu lebih sering muncul dalam pelatihan.
NIST melalui National Initiative for Cybersecurity Education (NICE) mengangkat pendekatan tersebut dalam pembahasan terbaru mengenai kesiapan talenta siber. Salah satu fokusnya adalah realism-based training, termasuk bagaimana kegagalan dalam lingkungan yang terkontrol dapat digunakan sebagai data untuk melihat kesiapan seseorang.
Nilai ujian bisa menunjukkan apakah seseorang menemukan jawaban. Proses menuju jawaban tersebut sering kali memberi informasi yang jauh lebih menarik.
Jawaban yang Salah Bisa Menunjukkan Skill yang Kurang
Bayangkan dua analis SOC sedang menyelidiki aktivitas mencurigakan. Keduanya akhirnya menemukan sumber masalah. Analis pertama sampai ke sana melalui investigasi yang sistematis. Analis kedua mencoba lima teori, melewatkan satu petunjuk dan akhirnya menemukan jawabannya karena sedikit keberuntungan.
Di atas kertas, keduanya lulus. Dalam operasional, kemampuan mereka belum tentu sama.
Simulasi yang realistis dapat melihat kemampuan yang sulit diukur melalui ujian biasa:
- Menentukan bukti mana yang perlu diperiksa terlebih dahulu
- Mengubah pendekatan ketika asumsi pertama ternyata salah
- Menjelaskan alasan di balik keputusan teknis
- Bekerja dengan orang lain ketika tekanan meningkat
- Mengetahui kapan sebuah masalah harus dieskalasikan
Kemampuan seperti ini sulit dibangun hanya dari presentasi. PowerPoint sudah bekerja keras selama bertahun-tahun, tetapi sampai sekarang masih belum bisa meniru insiden produksi.
Indonesia Mulai Mendekatkan Pelatihan dengan Dunia Kerja
Arah kebijakan tenaga kerja Indonesia juga semakin menekankan hubungan antara pelatihan dan kebutuhan pekerjaan.
Pada 1 September, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional terbaru dan menekankan penguatan kompetensi yang sesuai dengan perubahan kebutuhan industri.
Beberapa program bahkan melanjutkan pembelajaran ke pengalaman kerja. Program BBPVP Bandung pada September, misalnya, dilanjutkan dengan on-the-job training berbasis proyek selama satu bulan setelah periode pelatihan.
Cybersecurity membutuhkan hubungan antara belajar dan praktik seperti ini. Sistem perusahaan bukan tempat ideal untuk pertama kali mengetahui bahwa seorang analis belum pernah menghadapi situasi yang ambigu.
Latihan Boleh Sedikit Berantakan
Cyber range dan simulasi realistis memberi ruang yang aman untuk itu. Peserta bisa menyelidiki masalah, mengambil keputusan, membuat kesalahan lalu memahami penyebabnya tanpa membuat database pelanggan ikut merasakan akibatnya.
Bagi penyelenggara pelatihan, kesalahan tersebut justru memberikan informasi tentang batas antara pemahaman teori dan kemampuan operasional.
Prinsip ini juga menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran di ITSEC Cyber & AI Academy, melalui latihan praktis dan skenario realistis yang memberi kesempatan peserta menerapkan pengetahuan cybersecurity dalam situasi yang lebih dekat dengan pekerjaan sebenarnya.
Latihan yang baik tidak harus membuat semua peserta terlihat sempurna. Lebih berguna jika seseorang pernah salah membaca situasi saat latihan daripada pertama kali melakukannya ketika insiden benar-benar terjadi.
Pelajari program cybersecurity dan AI berbasis praktik di ITSEC Cyber & AI Academy.
Referensi: NIST NICE: Preparing Today’s Students for Tomorrow’s Cyber Careers · Kemenko Perekonomian: Pelatihan Vokasi Nasional, 1 September 2026 · BBPVP Bandung: pelatihan berbasis proyek, September 2026
.png)
.png)

