Logo
News

ITSEC Asia (IDX: CYBR) Bersama UNFPA Resmikan Program SHECURE Digital

Dorong Langkah Nasional Lindungi Perempuan dan Anak di Ruang Digital

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Feb 27, 2026
ITSEC Asia (IDX: CYBR) Bersama UNFPA Resmikan Program SHECURE Digital

Jakarta, 27 Februari 2026—Hampir 2 dari 3 perempuan di seluruh dunia pernah mengalami kekerasan digital. Di Indonesia, sekitar 7,2 juta perempuan pernah mengalami kekerasan digital oleh bukan pasangan di sepanjang hidup mereka, menurut Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024. Perempuan berusia 15-24 tahun paling banyak mengalami kekerasan di ruang-ruang digital ini.

Untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak di ruang digital, PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR) perusahaan keamanan siber terdepan di Indonesia, bersama United Nations Population Fund (UNFPA), badan Perserikatan Bangsa Bangsa yang fokus pada kesehatan seksual dan reproduksi serta kependudukan  secara resmi meluncurkan ”SHECURE Digital” sebagai inisiatif nasional. Peluncuran ini dihadiri juga oleh Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA) Arifah Fauzi, sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun ekosistem digital yang aman inklusif dan berorientasi pada perlindungan.

“SHECURE Digital” mengintegrasikan edukasi perlindungan diri digital, perlindungan teknologi berbasis privasi dan advokasi berbasis data untuk mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender online serta eksploitasi digital. Program ini diluncurkan di tengah meningkatnya risiko kekerasan berbasis gender online yang dialami perempuan dan anak mulai dari pelecehan daring, penyalahgunaan data pribadi, pemerasan digital hingga penyebaran konten intim tanpa persetujuan. Program ini dirancang untuk mendukung mandat nasional perlindungan perempuan dan anak serta memperkuat upaya pencegahan kekerasan di era transformasi digital.

Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk Patrick Dannacher menekankan bahwa perlindungan digital harus berangkat dari pengalaman nyata yang dihadapi masyarakat. “Banyak perempuan mengalami risiko digital tanpa pernah menyebutnya sebagai kekerasan karena dianggap bagian dari kehidupan online. SHECURE Digital kami rancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui pendekatan yang membumi, relevan dan dapat digunakan dalam situasi sehari hari. Ini adalah kontribusi kami untuk memperkuat agenda nasional perlindungan perempuan dan anak di era digital,” ujar Patrick.

Hassan Mohtashami, Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi kekerasan berbasis gender di ruang digital. “Kekerasan digital memiliki dampak nyata terhadap kesehatan mental, sosial dan masa depan perempuan dan anak. SHECURE Digital menunjukkan bagaimana kolaborasi antara sektor swasta, mitra pembangunan dan pemerintah dapat memperkuat perlindungan yang berkelanjutan dan berpusat pada manusia,” ujar Hassan.

Tiga Pilar SHECURE Digital

SHECURE Digital dibangun melalui tiga pilar utama yang berfokus pada pencegahan, perlindungan serta pemberdayaan.

SHECURE CLASS berfokus pada edukasi dan literasi pertahanan diri digital bagi perempuan dan remaja. Pilar ini membekali peserta dengan pemahaman praktis mengenai risiko digital, cara mengelola privasi, keamanan akun, perlindungan data pribadi serta langkah aman dalam menghadapi ancaman seperti pelecehan, penipuan dan penyalahgunaan informasi di ruang digital.

SHECURE SHIELD menghadirkan perlindungan teknis yang dirancang untuk membantu pengguna melindungi diri dari risiko digital secara aktif. Pilar ini menekankan pendekatan privacy first dengan memastikan perlindungan dilakukan tanpa pengawasan berlebihan serta memberikan kendali penuh kepada pengguna atas data dan aktivitas digital mereka.

SHECURE VOICES mendorong advokasi dan keterlibatan komunitas melalui kampanye kesadaran, ruang dialog serta penguatan suara perempuan dan generasi muda. Pilar ini bertujuan membangun budaya digital yang aman, saling menghormati serta mendukung keberanian untuk berbicara dan mencari bantuan ketika menghadapi kekerasan digital.

Mandat Nasional dan Arahan Strategis

Peluncuran SHECURE Digital turut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifah Choiri Fauzi, yang menegaskan dukungan kuat pemerintah terhadap inisiatif yang memperkuat pencegahan, perlindungan, dan pemberdayaan perempuan dan anak dalam ekosistem digital nasional yang terus berkembang.

Dalam pidato kuncinya, Menteri menekankan bahwa respons Indonesia terhadap kekerasan digital harus berbasis data dan diperkuat melalui reformasi struktural serta kolaborasi lintas sektor.

“Data menunjukkan kepada kita skala dan urgensi kekerasan terhadap perempuan, termasuk di ruang digital. Pada tahun 2024 saja, diperkirakan 23,3 juta perempuan mengalami kekerasan fisik, seksual, atau psikologis, dan 7,5 persen perempuan Indonesia pernah mengalami pelecehan secara daring. Ini bukan isu virtual dengan dampak virtual. Dampaknya nyata, dan respons kita juga harus nyata,” ujarnya.

Menteri juga menyoroti bahwa Indonesia telah memperkuat fondasi hukum dan kebijakan melalui pengesahan Undang Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, integrasi keamanan siber dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025 hingga 2029, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, serta penyusunan Peta Jalan Perlindungan Anak di Lingkungan Online 2025 hingga 2029.

“Regulasi saja tidak cukup. Perlindungan harus hadir dan bekerja di ruang yang sama tempat kekerasan terjadi. Melalui SHECURE Digital, kita menanamkan perlindungan langsung ke dalam ekosistem digital Indonesia melalui kolaborasi dengan UNFPA dan PT ITSEC Asia Tbk. Tanggung jawab kita jelas, memastikan perempuan dan anak perempuan dapat berpartisipasi dalam masa depan digital dengan percaya diri, bermartabat, dan dengan perlindungan hak yang utuh,” tambahnya.

Melalui SHECURE Digital, ITSEC Asia dan UNFPA berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta dan masyarakat dalam menciptakan ruang digital yang melindungi keselamatan, martabat dan hak setiap individu.

Peran IntelliBroń Aman dalam Mendukung Perlindungan Digital SHECURE

Sebagai bagian dari penguatan pilar SHECURE SHIELD, program ini didukung oleh pemanfaatan IntelliBroń Aman sebagai solusi keamanan digital yang dirancang oleh ITSEC Asia untuk memberikan perlindungan nyata dalam aktivitas digital sehari hari. IntelliBroń Aman bekerja dengan mendeteksi potensi ancaman sejak dini termasuk upaya penipuan digital, aplikasi berisiko, tautan berbahaya serta aktivitas mencurigakan yang dapat membahayakan data dan privasi pengguna.

Solusi ini membantu pengguna memahami risiko yang dihadapi melalui notifikasi dan peringatan yang mudah dipahami sehingga pengguna dapat mengambil keputusan secara sadar dan mandiri. Dengan pendekatan berbasis analisis ancaman dan kecerdasan buatan, IntelliBroń Aman memberikan perlindungan berlapis tanpa mengumpulkan atau mengeksploitasi data pribadi pengguna.

Pendekatan ini memastikan teknologi berfungsi sebagai alat perlindungan yang proaktif dan bertanggung jawab bukan sebagai bentuk pengawasan. Dengan demikian, IntelliBroń Aman sejalan dengan nilai utama SHECURE Digital yang menempatkan keselamatan, privasi dan martabat pengguna sebagai prioritas utama

Share this post

You may also like

ITSEC Asia Catat Kinerja Kuat di Q2 2026, Laba Usaha Melonjak 1.171% YoY
News

ITSEC Asia Catat Kinerja Kuat di Q2 2026, Laba Usaha Melonjak 1.171% YoY

PT ITSEC Asia Tbk, perusahaan keamanan siber pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, mengumumkan kinerja keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026. Berdasarkan perhitungan dari laporan keuangan Januari–Juni 2026 yang telah dipublikasikan, pendapatan ITSEC Asia pada Q2 2026 tercatat sebesar Rp115,03 miliar, tumbuh 21% dari Rp95,05 miliar pada Q2 2025. Laba sebelum pajak Q2 2026 berdasarkan perhitungan tercatat sebesar Rp22,69 miliar, meningkat 1.407% dari Rp1,51 miliar pada Q2 2025, sehingga margin laba sebelum pajak meningkat dari 1,6% menjadi 19,7%. Laba bruto Q2 2026 berdasarkan perhitungan mencapai Rp52,09 miliar, meningkat 12% dari Rp46,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba usaha Q2 2026 berdasarkan perhitungan tercatat sebesar Rp23,01 miliar, tumbuh 1.171% dari Rp1,81 miliar pada Q2 2025, sehingga margin laba usaha meningkat dari 1,9% menjadi 20,0%. Posisi keuangan ITSEC Asia juga terus menguat. Total aset Perseroan tercatat sebesar Rp485,4 miliar per 30 Juni 2026, dibandingkan Rp416,5 miliar pada akhir Desember 2025. Total ekuitas meningkat menjadi Rp312,4 miliar dari Rp256,2 miliar enam bulan sebelumnya. Patrick Dannacher, Presiden Direktur PT

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Sep 01, 2026 — 4 minutes read
ITSEC Asia Rayakan 16 Tahun, Luncurkan IntelliBroń Aman Enterprise untuk Bisnis
News

ITSEC Asia Rayakan 16 Tahun, Luncurkan IntelliBroń Aman Enterprise untuk Bisnis

Jakarta, 13 April 2026 — PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) merayakan ulang tahun ke-16 dengan mengumumkan kehadiran IntelliBron Aman Enterprise yang akan segera tersedia dalam waktu dekat. Produk ini menjadi solusi pertama yang menghadirkan perlindungan keamanan siber mobile tingkat enterprise untuk seluruh anggota institusi seperti karyawan siswa dan aparatur pemerintah tanpa biaya pribadi. Didirikan pada 2010 dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2023 ITSEC Asia dibangun dengan keyakinan bahwa keamanan siber yang kuat tidak boleh hanya dinikmati oleh organisasi besar dengan anggaran besar. Peluncuran hari ini mewujudkan visi tersebut dalam skala nasional. Enam belas tahun membangun fondasi keamanan siber Indonesia Dari perusahaan layanan keamanan siber yang didirikan di Jakarta, ITSEC Asia telah tumbuh menjadi perusahaan teknologi yang terdaftar di bursa saham dengan operasi di seluruh Indonesia, Singapura, Australia, Uni Emirat Arab, dan Mauritius, didukung oleh lebih dari 400 profesional. Selama 16 tahun, perusahaan telah menyelesaikan lebih dari 7.000 proyek keamanan siber dan saat ini melayani lebih dari 300 klien aktif yang mencakup layanan

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Apr 14, 2026 — 5 minutes read
Presiden Direktur ITSEC Asia (CYBR) Patrick Dannacher Raih Penghargaan CEO of the Year APAC 2025
News

Presiden Direktur ITSEC Asia (CYBR) Patrick Dannacher Raih Penghargaan CEO of the Year APAC 2025

Jakarta, 9 Februari 2026 - PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR) mengumumkan bahwa Presiden Direkturnya Patrick Dannacher dianugerahi penghargaan CEO of the Year APAC dalam kategori Solution Provider pada ajang The Fast Mode Awards 2025 yang diselenggarakan pada 6 Februari 2026. Penghargaan yang diselenggarakan oleh media teknologi telekomunikasi global The Fast Mode ini diberikan kepada pemimpin eksekutif yang dinilai berhasil menghadirkan pertumbuhan transformatif inovasi berkelanjutan serta dampak nyata bagi ekosistem teknologi dan konektivitas di kawasan Asia Pasifik. Penghargaan tersebut mengakui kepemimpinan Patrick Dannacher dalam mendorong transformasi ITSEC Asia dari penyedia solusi keamanan siber berbasis produk terpisah menjadi perusahaan keamanan siber berbasis platform dan layanan terpadu yang terukur dengan standar operasional kelas telko di Asia Tenggara. Penilaian juga menyoroti kontribusi signifikan ITSEC Asia dalam memperkuat ketahanan siber nasional Indonesia melalui pengembangan kapabilitas keamanan siber lokal serta perlindungan yang lebih tangguh bagi sektor sektor kritikal. Di bawah kepemimpinan visioner Patrick Dannacher, ITSEC Asia berhasil mengembangkan dan mengkomersialisasikan seri solusi IntelliBroń, produk keamanan siber pertama yang sepenuhnya dikembangkan di Indonesia. IntelliBroń mengintegrasikan analitik ancaman

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Feb 13, 2026 — 3 minutes read

Receive weekly
updates on new posts

Subscribe