Logo
Events

ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, Penetration Testing Kelas Dunia Buatan Indonesia

Dikembangkan di Indonesia oleh perusahaan keamanan siber tercatat di IDX, Bronyx AI menggunakan agen AI yang secara aktif menganalisis hasil pengujian dan mencatat waktu Full Scan mulai dari 14 menit dalam pengujian laboratorium

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Jul 16, 2026
ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, Penetration Testing Kelas Dunia Buatan Indonesia

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) telah meningkatkan kecepatan pengembangan teknologi, tetapi kemampuan yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat dan mengotomatisasi serangan siber. Di tengah perubahan tersebut, organisasi menghadapi tantangan untuk memastikan pengujian keamanan dapat mengikuti kecepatan perubahan sistem dan ancaman.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR), perusahaan keamanan siber dan AI terkemuka di Indonesia, resmi meluncurkan Bronyx AI, platform AI-assisted automated penetration testing yang dikembangkan dari Indonesia untuk membantu organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam dengan tetap mempertahankan keterlibatan tenaga ahli keamanan siber.

Peluncuran Bronyx AI yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (15/7) turut dihadiri Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Sonny Hendra Sudaryana, dan Anggota Dewan Etik Asosiasi Fintech Indonesia Yudho Giri Sucahyo.

Dalam acara tersebut, para pembicara membahas perkembangan AI, tantangan keamanan siber serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, regulator dan industri dalam memperkuat keamanan ekosistem digital Indonesia. ITSEC Asia juga mendemonstrasikan kemampuan Bronyx AI dalam melakukan proses pengujian keamanan dengan memanfaatkan agen AI.

Pengembangan Bronyx AI menandai langkah ITSEC Asia dalam memperluas kapabilitasnya dari layanan keamanan siber ke pengembangan teknologi berbasis AI. Berbekal pengalaman lebih dari 16 tahun, lebih dari 400 personel keamanan siber dan operasional di berbagai pasar internasional, ITSEC Asia mengembangkan Bronyx AI berdasarkan tantangan yang ditemui dalam proses penetration testing di lapangan.

Bronyx AI menggunakan agen AI untuk menjalankan proses pengujian terhadap sistem yang telah mendapatkan otorisasi, mulai dari network reconnaissance, vulnerability assessment, configuration review, pengujian web application dan API hingga penyusunan Security Assessment Report yang dilengkapi penilaian CVSS dan rekomendasi remediasi.

Berbeda dengan vulnerability scanner yang berfokus pada identifikasi kerentanan, agen AI pada Bronyx AI dirancang untuk secara aktif menganalisis hasil pengujian dan memberikan masukan untuk menentukan tindakan pengujian selanjutnya. Dalam pengujian di lingkungan laboratorium pengembangan ITSEC Asia, Bronyx AI mampu menyelesaikan Full Scan dalam waktu mulai dari 14 menit hingga 4 jam, bergantung pada ruang lingkup dan kompleksitas sistem yang diuji. 

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan bahwa kecepatan perkembangan teknologi dan ancaman siber membutuhkan pendekatan baru dalam melakukan pengujian keamanan.

“Kecepatan perkembangan teknologi dan ancaman siber saat ini menghadirkan tantangan baru bagi organisasi. Infrastruktur dan layanan digital terus berkembang, sementara pengujian keamanan membutuhkan waktu dan keahlian khusus. Melalui Bronyx AI, kami ingin membantu organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam dengan tetap mempertahankan keterlibatan dan validasi tenaga ahli keamanan siber” ujar Patrick.

“Bronyx AI dikembangkan dari pengalaman langsung tim ITSEC Asia dalam menangani kebutuhan keamanan siber di berbagai industri dan pasar. Kami membawa pengalaman tersebut ke dalam pengembangan teknologi AI dengan tetap mempertahankan keterlibatan tenaga ahli dalam proses pengujian. Bagi kami, kecepatan yang ditawarkan AI harus berjalan bersama dengan kualitas temuan, analisis dan akuntabilitas profesional keamanan siber,” lanjutnya.

Menggabungkan Kecepatan AI dan Keahlian Profesional Keamanan Siber

Dalam prosesnya, Bronyx AI menerapkan pendekatan Human in the Loop (HITL) pada tahapan tertentu untuk menjaga kualitas temuan yang dihasilkan. Temuan dengan tingkat risiko tinggi dan kritis divalidasi oleh konsultan ITSEC Asia sebelum laporan disampaikan kepada pelanggan.

Bronyx AI juga menghasilkan Security Assessment Report menggunakan standar pelaporan ITSEC Asia yang selama ini diterapkan dalam layanan penetration testing perusahaan. Pendekatan tersebut memungkinkan AI digunakan untuk meningkatkan kecepatan dan cakupan pengujian, sementara tenaga ahli tetap berperan dalam proses yang membutuhkan analisis, konteks dan keahlian khusus.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan bahwa perkembangan AI perlu diikuti dengan penguatan aspek keamanan serta kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi yang menjawab kebutuhan industri.

“Perkembangan kecerdasan artifisial membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, sekaligus membawa tantangan baru yang perlu diantisipasi, termasuk dalam aspek keamanan siber. Kami mengapresiasi upaya pelaku industri nasional seperti ITSEC Asia dalam mengembangkan teknologi berbasis AI dari Indonesia untuk menjawab kebutuhan nyata industri. Inisiatif seperti ini menunjukkan kapasitas talenta dan industri teknologi Indonesia untuk menciptakan solusi yang relevan bagi kebutuhan nasional serta meningkatkan daya saing di tingkat global,” ujar Edwin.

Keamanan Data Bronyx AI

Setiap pengujian Bronyx AI hanya dilakukan terhadap aset yang telah mendapatkan otorisasi tertulis dan berdasarkan ruang lingkup yang disepakati bersama pelanggan. Saat ini, pengujian dapat dilakukan terhadap web application, API dan network range yang telah ditentukan.

Data pengujian setiap pelanggan disimpan secara terisolasi, keys dan credentials dienkripsi serta data hasil pengujian tidak digunakan untuk melatih model AI tanpa persetujuan tertulis pelanggan. Bronyx AI dapat digunakan melalui layanan cloud maupun diterapkan di dalam environment pelanggan untuk organisasi dengan kebutuhan keamanan dan pengelolaan data yang lebih ketat.

“Peluncuran Bronyx AI mencerminkan arah pengembangan ITSEC Asia ke depan. Kami ingin membangun kekuatan dari pengalaman dan keahlian kami di bidang keamanan siber untuk mengembangkan teknologi berbasis AI yang dapat menjawab kebutuhan keamanan organisasi secara nyata,” tutup Patrick.

Share this post

You may also like

ITSEC Asia Perkuat Ekosistem Siber & AI Indonesia melalui Pengembangan Talenta dan Solusi AI
Events

ITSEC Asia Perkuat Ekosistem Siber & AI Indonesia melalui Pengembangan Talenta dan Solusi AI

PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR) menegaskan pentingnya percepatan pengembangan talenta keamanan siber di Indonesia melalui dukungan langsung kepada Firoos Ghathfaan Ramadhan, pelajar berusia 14 tahun asal Subang yang berhasil mengidentifikasi kerentanan keamanan pada platform berskala global. Di tengah meningkatnya ancaman siber dan kebutuhan industri yang terus berkembang, keberadaan talenta muda seperti Firoos menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global. Namun potensi tersebut memerlukan dukungan nyata agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Sebagai bagian dari Cyber Talent Indonesia Program, ITSEC Asia memberikan dukungan perangkat kerja untuk menunjang aktivitas riset dan pengembangan kemampuan teknis Firoos. Langkah ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas pencapaiannya, tetapi juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong lahirnya lebih banyak talenta siber unggul di Indonesia. President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher menyampaikan bahwa tantangan utama saat ini tidak hanya terletak pada teknologi, tetapi juga kesiapan talenta. “Kita sering bicara soal ancaman siber, tapi jarang membahas kesiapan talenta. Faktanya, talenta muda Indonesia sudah mampu bersaing di level global. Yang belum kita bangun secara

|
Mei 22, 2026 — 2 minutes read
ITSEC Asia Bawa Gerakan Nasional Ketahanan Siber ke Indonesia Timur
Events

ITSEC Asia Bawa Gerakan Nasional Ketahanan Siber ke Indonesia Timur

Meningkatnya aktivitas serangan siber di Indonesia membuat kesiapan menghadapi krisis digital semakin mendapat perhatian dari kalangan pimpinan organisasi. Sepanjang tahun 2025, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat lebih dari 5,16 miliar anomali trafik atau indikasi aktivitas siber yang memerlukan perhatian lebih. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan merespons insiden sama pentingnya dengan upaya pencegahan. Untuk memperkuat kesiapan tersebut, PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR) bersama Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) menggelar Roadshow Gerakan Nasional Ketahanan Siber (GNKS) di Makassar pada hari Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan ini mempertemukan para pemimpin industri, praktisi keamanan siber dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kemampuan organisasi dalam menghadapi berbagai skenario krisis siber. Diselenggarakan di Hotel Novotel Makassar Grand Shayla, kegiatan ini menghadirkan Executive Tabletop Exercise yang dirancang untuk membantu para pengambil keputusan memahami proses penanganan insiden siber. Program ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Ketahanan Siber yang dijalankan sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, GNKS juga telah diselenggarakan di Banten pada tanggal 30 April 2026 lalu. Berbeda dengan seminar atau sesi paparan biasa, peserta dibagi

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Jun 30, 2026 — 3 minutes read
ITSEC Asia Gandeng PT INTI Untuk Perkuat Keamanan Siber dan Pengembangan Talenta AI
Events

ITSEC Asia Gandeng PT INTI Untuk Perkuat Keamanan Siber dan Pengembangan Talenta AI

PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR) memperkuat kolaborasi strategis dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) (PT INTI) untuk mendukung pengembangan kapabilitas keamanan siber di Indonesia. Kerja sama ini mencakup pengembangan solusi dan layanan keamanan siber, dukungan terhadap pengembangan kapabilitas Security Operations Center (SOC) serta pengembangan kompetensi di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan (AI). Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ITSEC Asia dan PT INTI serta MoU antara PT INTI dan PT ITSEC Cyber Academy (ITSEC Cyber & AI Academy), anak usaha ITSEC Asia yang berfokus pada pendidikan, pelatihan dan pengembangan kompetensi cybersecurity dan AI. Penandatanganan berlangsung di kantor pusat PT INTI di Bandung, Jawa Barat, pada 23 Juli 2026. Melalui kerja sama ini, ITSEC Asia akan membawa pengalaman dan kapabilitasnya di bidang keamanan siber untuk mengeksplorasi peluang bersama PT INTI, khususnya dalam mendukung kebutuhan sektor BUMN dan pemerintahan. Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi pengembangan kapabilitas keamanan siber yang menggabungkan solusi teknologi, keahlian teknis dan pengembangan sumber daya manusia. Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, mengatakan

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Jul 24, 2026 — 4 minutes read

Receive weekly
updates on new posts

Subscribe