Logo
Events

ITSEC Asia Perkuat Ekosistem Siber & AI Indonesia melalui Pengembangan Talenta dan Solusi AI

Dukungan bagi talenta lokal dan pengembangan solusi keamanan siber berbasis AI menjadi bagian dari strategi ITSEC Asia dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang tangguh dan adaptif.

|
Mei 22, 2026
ITSEC Asia Perkuat Ekosistem Siber & AI Indonesia melalui Pengembangan Talenta dan Solusi AI

PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR) menegaskan pentingnya percepatan pengembangan talenta keamanan siber di Indonesia melalui dukungan langsung kepada Firoos Ghathfaan Ramadhan, pelajar berusia 14 tahun asal Subang yang berhasil mengidentifikasi kerentanan keamanan pada platform berskala global.

Di tengah meningkatnya ancaman siber dan kebutuhan industri yang terus berkembang, keberadaan talenta muda seperti Firoos menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global. Namun potensi tersebut memerlukan dukungan nyata agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari Cyber Talent Indonesia Program, ITSEC Asia memberikan dukungan perangkat kerja untuk menunjang aktivitas riset dan pengembangan kemampuan teknis Firoos. Langkah ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas pencapaiannya, tetapi juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong lahirnya lebih banyak talenta siber unggul di Indonesia.

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher menyampaikan bahwa tantangan utama saat ini tidak hanya terletak pada teknologi, tetapi juga kesiapan talenta. “Kita sering bicara soal ancaman siber, tapi jarang membahas kesiapan talenta. Faktanya, talenta muda Indonesia sudah mampu bersaing di level global. Yang belum kita bangun secara serius adalah ekosistem yang mendukung mereka untuk terus berkembang,” ujar Patrick.

Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen ITSEC Asia melalui anak perusahaannya ITSEC Cyber & AI Academy dalam menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan talenta siber. Melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan, ITSEC Cyber & AI Academy berperan dalam membangun fondasi ekosistem keamanan siber yang lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia.

Langkah Strategis Membangun Ekosistem Keamanan Siber Indonesia yang Tangguh, Adaptif dan Berkelanjutan 

Pada kesempatan yang sama, ITSEC Asia juga memperkenalkan inisiatif pengembangan solusi berbasis AI sebagai bagian dari penguatan kapabilitas keamanan siber berbasis AI yang dikembangkan untuk mendukung sistem pertahanan digital yang lebih adaptif dan otonom. Langkah ini mencerminkan fokus perusahaan dalam membangun ekosistem keamanan siber yang tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga talenta dan kapabilitas lokal.

ITSEC Asia juga turut memperkenalkan pengembangan IntelliBroń Aman melalui versi Enterprise dan School untuk mendukung kebutuhan perlindungan digital di sektor bisnis dan pendidikan melalui pendekatan keamanan yang lebih terpusat dan adaptif. Solusi IntelliBroń Aman sendiri telah diunduh lebih dari 200 ribu kali dan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan solusi keamanan digital yang relevan dengan kebutuhan berbagai sektor di Indonesia.

Bagi ITSEC Asia, pengembangan teknologi dan penguatan talenta merupakan dua hal yang berjalan beriringan dalam membangun ketahanan digital nasional. Melalui pendekatan ini, perusahaan melihat pengembangan ekosistem AI dan keamanan siber sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia di era digital.

Sebagai penutup, Patrick Dannacher menyampaikan harapannya terhadap masa depan talenta siber Indonesia. “Kami percaya masa depan keamanan siber dan AI Indonesia akan sangat ditentukan oleh talenta-talenta muda hari ini. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang mendapatkan ruang untuk berkembang, berinovasi dan berkontribusi bagi ketahanan digital nasional.”

Share this post

You may also like

ITSEC Asia Luncurkan ITSEC Cyber & AI Academy, Siapkan Talenta Indonesia untuk Mengamankan Era AI
Events

ITSEC Asia Luncurkan ITSEC Cyber & AI Academy, Siapkan Talenta Indonesia untuk Mengamankan Era AI

PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR), perusahaan cybersecurity dengan pengalaman 16 tahun, resmi meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy di kantor pusat ITSEC Asia, Jakarta. Academy ini hadir untuk memperkuat talenta cybersecurity dan AI Indonesia melalui pembelajaran berbasis praktik, pengalaman dunia nyata dan teknologi yang dirancang untuk kebutuhan profesional dan organisasi. Peluncuran ini dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah dan perwakilan institusi nasional, antara lain Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia; Edwin Hidayat, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia; Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia; Tiar Nabilla Karbala, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang UMKM dan Teknologi Digital; serta Marsekal Pertama TNI I Ketut S. Wahyu Wijaya, M.A., Komandan Satuan Siber TNI AU, yang mewakili Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., Kepala Staf Angkatan Udara. Acara ini juga dihadiri oleh para pemimpin industri, profesional teknologi, mitra dan rekan-rekan media. Percepatan digitalisasi dan adopsi artificial intelligence (AI) membuat kebutuhan terhadap talenta yang mampu mengembangkan sekaligus mengamankan teknologi semakin besar.

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Agt 13, 2026 6 minutes read
ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, Penetration Testing Kelas Dunia Buatan Indonesia
Events

ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, Penetration Testing Kelas Dunia Buatan Indonesia

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) telah meningkatkan kecepatan pengembangan teknologi, tetapi kemampuan yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat dan mengotomatisasi serangan siber. Di tengah perubahan tersebut, organisasi menghadapi tantangan untuk memastikan pengujian keamanan dapat mengikuti kecepatan perubahan sistem dan ancaman. Menjawab kebutuhan tersebut, PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR), perusahaan keamanan siber dan AI terkemuka di Indonesia, resmi meluncurkan Bronyx AI, platform AI-assisted automated penetration testing yang dikembangkan dari Indonesia untuk membantu organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam dengan tetap mempertahankan keterlibatan tenaga ahli keamanan siber. Peluncuran Bronyx AI yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (15/7) turut dihadiri Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Sonny Hendra Sudaryana, dan Anggota Dewan Etik Asosiasi Fintech Indonesia Yudho Giri Sucahyo. Dalam acara tersebut, para pembicara membahas perkembangan AI, tantangan keamanan siber serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, regulator dan industri dalam memperkuat keamanan ekosistem digital Indonesia. ITSEC Asia juga mendemonstrasikan kemampuan Bronyx AI dalam melakukan proses pengujian keamanan dengan

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Jul 16, 2026 4 minutes read
Agentic AI Sudah Hadir. Siapkah Perusahaan Indonesia Membiarkan AI Bertindak?
Events

Agentic AI Sudah Hadir. Siapkah Perusahaan Indonesia Membiarkan AI Bertindak?

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan mengenal kecerdasan artifisial sebagai teknologi yang diberi pertanyaan atau instruksi. Tulis ini. Ringkas dokumen itu. Analisis data ini. Agentic AI mengubah hubungan tersebut. AI agent dapat merencanakan pekerjaan, berinteraksi dengan beberapa aplikasi, mengambil keputusan hingga menjalankan tindakan tanpa selalu menunggu instruksi manusia di setiap tahap. Gartner memperkirakan 40% aplikasi perusahaan akan memiliki AI agent khusus untuk tugas tertentu pada akhir 2026, naik dari kurang dari 5% pada 2025. Baca proyeksi Gartner [https://www.gartner.com/en/newsroom/press-releases/2025-08-26-gartner-predicts-40-percent-of-enterprise-apps-will-feature-task-specific-ai-agents-by-2026-up-from-less-than-5-percent-in-2025?utm_source=chatgpt.com] Pertanyaan inilah yang menjadi pembahasan utama dalam Techpresso: “Agentic AI, Are We Ready?” yang diselenggarakan Medcom.id pada 10 September 2026. Diskusi menghadirkan Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Hammam Riza, Tenaga Ahli Bidang Kecerdasan Artifisial dan Transformasi Digital Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Patrick Dannacher, Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR). Pembahasan melihat kesiapan Indonesia dari sisi regulasi, infrastruktur, riset dan keamanan siber. Baca liputan Medcom.id [https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/VNxAaVqb-agentic-ai-masuk-era-baru-siapkah-indonesia-dari-sisi-regulasi-infrastruktur-dan-keamanan?utm_source=chatgpt.com] PERTANYAANNYA BERUBAH KETIKA AI MULAI BERTINDAK Dalam diskusi tersebut, Patrick menggunakan perbandingan sederhana. Ketika seorang karyawan mendapat akses ke sistem perusahaan, organisasi biasanya menentukan apa yang boleh dilihat,

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Sep 11, 2026 4 minutes read

Receive weekly
updates on new posts

Subscribe